Sunday, 23 October 2011

Dampak Pengangguran dan Cara Mengatasinya


Karena saya sendiri jurusan ips, saya tulis aja nih dari buku.

Tujuan akhir dari pembangunan ekonomi adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Tingkat pengangguran yang tinggi dapat menghambat tercapainya tujuan pembangunan ekonomi.

1.      Dampak Pengangguran
Pengangguran berdampak dalam bidang ekonomi, sosial, maupun secara individual pada pelaku pengangguran. Dampak-dampak pengangguran sebagai berikut:
a.       Menurunnya permintaan agregat yang disebabkan banyaknya orang yang tidak memiliki penghasilan.
b.      Menurunnya penawaran agregat karena kegiatan produksi menurun.
c.       Menurunnya tingkat upah.
d.      Menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat.
e.      Menurunnya tingkat investasi.
f.        Menurunnya penerimaan negara dari sektor pajak.
g.       Munculnya sektor informal, terutama di perkotaan.
h.      Menimbulkan masalah-masalah sosial, seperti kejahatan, perjudian, dan penyakit masyarakat lainnya.
i.         Menurunnya potensi dan produktifitas individu.
j.        Meningkatnya angka kemiskinan.

2.      Upaya mengatasi Pengangguran
Penganguran jelas membawa dampak negatif terhadap pembangunan. Adanya bermacam-macam penganguran membutuhkan cara-cara khusus yang disesuaikan dengan jenis penganguran yang terjadi.
a.       Mengatasi Pengangguran Struktural Dan Teknologi
Inti masalah pnganguran struktural adlah gagalnya penyesuaian keterampilan tenaga kerja untuk menerapkan teknologi baru. Oleh karena itu, pemecahannya di arahkan pada program latihan kerja yang dilakukan secara berkesinambungan. Pelatihan kerja dapat dilakukan oleh lembaga swasta maupun pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pihak yang memberi pelatihan harus memehmi perkembangan kebutuhan dipasar kerja. Selain itu, peranan dunia pendidikan untuk menerapkan kurikulum yang lebih siap kerja juga dapat mengantisipasi munculnya pengangguran struktural.
b.       Mengatasi Penganguran Siklikal
Penagangguran siklikal banyak disebabkan oleh faktor ekonomi makro. Untuk mengatasinya dibutuhkan kebijakan makro yang tepat, baik bidang fiskal maupun moneter. Kebijakan moneter yang bisa menurunkan tingkat bunga pinjaman sehingga pengusaha bisa lebih mudah melakukan investasi atau tetap bisa mempertahankan usahanya dan tidak melakukan PHK. Di bidang fiskal, pemerintah bisa menambah pengeluaran negara dalam bentuk investasi pemerintah dan meringankan pajak. Kedua kebijakan fiskal ini bertujuan menggerakan kegiatan ekonomi dan menyerap tenaga kerja.
c.       Mengatasi Pengangguran Friksional
Inti permsalahn pengangguran friksional adlah terhambatnya aliran informasi antara penawaran dengan permintaan tenaga kerja. Penanganannya beriupa usaha untuk memperlancar arus informasi. Penyebaran informasi tenaga kerja harus meluas secara geografis sehingga bisa mempercepat pertemuan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Contoh nyatanya dengan memperluas jaringan media massa, inr=ternet, menyelenggarakan bursa tenaga kerja di lingkungan kampus, dan rekruitmen lansung oleh perusahaan.
d.      Mengatasi Pengangguran Musiman
Masalah yang terjadi pada penganguran musiman adalah pada saat melewati masa sedang tidak musim bekerja, misalnya ketika menunggu musim panen. Alternatif pemecahannya adalah mengembangkan kegiatan sampingan selain dalam bidang pertanian. Pemerintah desa setempat bisa mengembangkan pusat kerajinan tradisional atau mengembangkan pariwisata berbasis pertanian.
e.      Mengatasi Pengangguran karena Kurangnya Permintaan Agregat
Inti masalah dalam jenis pengangguran jenis ini adalah lesunya kegiatan ekonomi. Untuk menghidupkan kegitan ekonomi dibutuhkan investasi dalam skala besar sehingga permintaan yang berasal dari rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah meningkat.
f.        Mengatasi Setengah Pengangguran
Jika setengah pengangguran terjadi karena kurangnya jam kerja upaya yang dilakukan adalah memperluas lapangan kerja sehingga pencari kerja memperoleh pekerjaan yang lebih mapan.

“SEMOGA BERMANFAAT”

No comments:

Post a Comment

Post a Comment