Thursday, 12 January 2012

Kota Konstantinopel

Konstantinopel (bahasa Yunani: Κωνσταντινούπολις, bahasa Latin: Constantinopolis, bahasa Turki Utsmaniyah: قسطنطینیه, bahasa Turki: Kostantiniyye atau İstanbul) adalah ibu kota Kekaisaran Romawi, Kekaisaran Romawi Timur, Kekaisaran Latin, dan Kesultanan Utsmaniyah. Hampir selama Abad Pertengahan, Konstantinopel merupakan kota terbesar dan termakmur di Eropa.

Sekurang-kurangnya sejak abad ke-10, kota ini umum disebut Istanbul yang berasal dari kata Yunani Istimbolin, artinya "dalam kota" atau "ke kota". Setelah ditaklukkan oleh kaum Utsmaniyah pada 1453, nama resmi Konstantinopel dipertahankan dalam dokumen-dokumen resmi dan cetakan mata uang logam.

Peta Konstantinopel
Ketika Republik Turki didirikan, pemerintah Turki secara resmi berkeberatan atas penggunaan nama itu, dan meminta agar diganti dengan nama yang lebih umum, yakni Istanbul. Penggantian nama tersebut diatur dalam Undang-Undang Pelayanan Pos Turki, sebagai bagian dari reformasi nasional Atatürk. Istanbul berasal dari kata Stambol, yakni sebutan untuk Konstantinopel yang digunakan kaum Yunani dan Slavia dalam percakapan sehari-hari.

Konstantinopel didirikan oleh Kaisar Romawi Konstantinus I di atas situs sebuah kota yang sudah ada sebelumnya, Bizantium, yang didirikan pada permulaan masa ekspansi kolonial Yunani, kemungkinan besar sekitar 671-662 SM. Situs ini terletak di jalur darat dari Eropa ke Asia, dan jalur laut dari Laut Hitam ke Laut Mediterania, serta memiliki sebuah pelabuhan yang besar dan masyhur di Tanduk Emas.

10 Faktor Yang Mendorong Bangsa Barat Pergi Ke Timur

  • Perluasan ajaran Nicolaus Copernicus tentang teori Heliocentris dimana diyakini bahwa matahari merupakan pusat tata surya, Bumi dan planet-planet lain mengelilingi matahari, dan Bumi berbentuk bulat.
  • Terbitnya buku Imado Mundi (citra dunia) karya Leo Bagrow & il Milione (sejuta keajaiban) dari Marcopolo yang mengisahkan kekayaan Dunia Timur berupa emas, perak, sutera, dan rempah-rempah.
  • Jatuhnya KOTA KONSTANTINOPEL ke tangan Turki menyebabkan orang Spanyol dan Portugis harus mencari jalan perdagangan baru ke Dunia Timur.
  • Pembuatan peta pelayaran Bartolomeus Diat yang menyusuri pantai Afrika Barat sampai di Tanjung Harapan.
  • Perjalanan Colombus ke Dunia Timur, yang ternyata lebih cepa sampai jika berlayar melewati Samudra Atlantik.
  • Di kuasainya rute dan pusat-pusat perdagangan oleh orang-orang Islam.
  • Adanya kemajuan di bidang IPTEK, yaitu dengan di temukannya peta dan kompas yang sangat penting bagi pelayaran.
  • Adanya keinginan untuk mendapatkan rempah-rempah dari daerah asal, sehingga harganya lebih murah dan memperoleh keuntungan yang besar.
  • Adanya keinginan untuk melanjutkan "Perang Salib" dan menyebarkan agama Nasrani ke daerah-daerah yang dikunjungi.
  • Adanya jiwa petualang, sehingga mengugah semangat untuk melakukan penjelajahan samudra.

Tokoh - Tokoh Penjelajah Samudra

1. Portugis
  • Henry Leme
  • Franciscus Xaverius
  • Di bawah pimpinan d'Albuquerque
2. Spanyol
  • Juan Sebastian Del Cano
  • Dibawah pimpinan Ferdinand Magellan
3. Belanda
  • Cornelius de Hautman
  • Yacob Van Neck dan Van Waerwyck
  • Van Olden Barneveld